Selasa, 29 Januari 2013

PEMANGGILAN YEREMIA SEBAGAI NABI
Yer 1:4-10

AKU DAN DIA

Saudara yang kekasih di dalam nama Kristus Yesus,
Allah tidak pernah tinggal diam.
Dia senantiasa melihat perjalanan sejarah. Memang sejarah dunia, adalah panggung kemuliaanNya, sebab ibarat ungkapan seorang seniman, dunia ini adalah kain kanfas milik Allah dan kita adalah orang-orang yang dia pakai untuk melukis keinginan-keinginan Tuhan. Kalau satu bangsa mengalami sejarah kelam, maka Tuhan akan memilih orang-orangnya yang akan dia pakai memberikan warna baru pada kain kanfas tersebut agar berubah lagi menjadi ceria. Jelas Allah ingin menyaksikan lukisan yang indah terbentang di muka bumi ini.

Tersebutlah sebuah nama, Yeremia. Dia berasal dari daerah Anatot sekitar 6 km dari Yerusalem. Pemuda ini di panggil oleh Tuhan menjadi nabi bagi bangsa-bangsa. memang tahun 625 an bangsa Israel bersama dengan bangsa-bangsa disekitarnya berkeinginan membangun koalisi-koalisi untuk menaklukkan dan agar tidak bisa ditaklukkan pula oleh bangsa lain.  Di bawah pimpinan raja Manasye bangsa Israel ibarat terhanyut jauh karena banjir godaan situasi sehingga Alalh melihat kejahatan tersebut. Allah ingin menghukum bangsa-bangsa terutama Yehuda karena sebagai bangsa pilihan Allah sebenarnya dia harus memiliki perilaku yang baik di mata Tuhan. tetapi ternyata kejahatan-kejahatan, penyelewenganlah mereka pertontonkan dalam kehidupan sehari-hari. baik raja-raja, orang kaya, para imam imam terkadang lupa bahwa sebenarnya Allah mengharapkan mereka untuk berbuat baik bagi bangsanya yang melarat itu.

Allah memilih Yeremia seorang muda untuk tugas berat. Ah ..dia ngeri apa reaksi bangsanya kalau dia menyampaikan kata-kata. Bukankah di tengah bangsanya, yang tualah menjadi tokoh yang harus didengar nasehat-nasehatnya, dan tampil di setiap pertemuan? bagaimana pula kalau dia tiba-tiba menjadi penyambung lidah Allah dan memberikan nubuatan kepada raja yang memerintah dengan jahat itu? tetapi apa yang ada di dalam hatinya didengar  diketahui oleh Allah. Allah mengatakan bahwa pemilihan yang dilakukanNya bagi Yeremia terjadi semenjak Allah membentuknya di kandungan, oleh karena itu Dia tdk perlu takut sebab Allah akan menjamah mulutnya dan memberi kuasa untuk membangun, meruntuhkan, memberkati dan mengutuk. Luar biasa.

Dari renungan di atas kita diarahkan kepada beberapa pokok :
1. Allah memilih orang-orang yang akan Dia utus
Bukan hanya Jeremia, mungkin juga anda, teman yang disamping anda atau siapa saja untuk menunaikan tugas yang mulia dari Tuhan demi kemuliaan namanya. Jangan terus berfikir kalau kita akan diutus menjadi nabi yang akan menegur presiden. Bisa saja kita dia pilih untuk melakukan penyebaran kehendak Tuhan di lingkungan kerja kita yang memang boleh jadi sudah rusak karena bermacam pengaruh. Keterpanggilan kita ditugs manapun hendaknya menjadi media penularan kehendak-kehendak Tuhan. sudah pasti Allah akan memakai kita untuk enjadi alatnya. Allah tidak pernah salah, dan masih masing kita tidaklah secara kebetulan dipanggil untuk tugas-tugas kita di tempat manapun kita bekerja. Bekerja harus menjadi ibadah kita kepada Tuhan.

2 Kita dipilih dengan sangat ajaib
Sebagaimana kejadian kita adalah ajaib (Mzr 139:14-15), sehubungan dengan itu juga Allah punya rencana yang ajaib melalui kita. Rajinlah dengar-denaran dengan Firman Tuhan agar kita mengetahui apakah yang ingin Tuhan harapkan dari diri kita, sebab hanya tukang yang amatiranlah mungkin salah dalam memilih alat-alat yang dia butuhkan. Tetapi Tuhan tidak amatiran...dia profesional, sangat profesional memilih kita demi satu tugas yang mulia pula. tugas itu kini dan disini, disaat anda mendengar firman Tuhan.


3. Tidak perlu takut
Untuk apa kita takut? tugas kita adalah menyampaikan firman Tuhan. oleh karena itu tidak perlu takut sebab pesan itu juga akan menjadi keselamatan bagi orang yang mendengarkannya. Maka saat anda telah mengyakan panggilan Tuhan yang paling penting adalah menyerahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. dia akan memberikan kekuatan kepada kita  dalan keadaan apapun. sangat perlu kita sadari dunia kita sekarang ini sangat rusak. dunia tanpa etik menurut pandangan orang orang. dunia ini gelap sehingga manusia-manusia hidup dalam kuasa gelap itu. anda perlu menjadi alat penerang baginya agar manusia mengerti apa kehendak Allah yang akan dia lakukan.

4. Tuhan akan memberikan kuasa
Yeremia mendapatkan kuasa untuk menegakkan keinginan Tuhan. bahkan dia, sebagaimana dikatakan dalam ayat 10 tadi  :"Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam." kalau kita satu dalam Tuhan maka kita akan mendapatkan kuasa. Yeremia juga mendapatkankuasa untuk membangun dan menghancurkan, memberkati dan mengutuk. tetapi tahukah anda bahwa Yeremia tidak pernah menghancurkan dan mengutuk? justru dialah yang menderita melihat perilaku umat Israel.
Dunia kita sekarang ini tak jauh beda dengan kondisi Israel jaman dahulu, dan Allah memilih kita demi keselamatan umat Tuhan.bersediakah anda dipilih dan diutus? maukah anda mengatakan : Inilah aku Tuhan utuslah aku...

0 komentar:

Poskan Komentar